Mixue vs Momoyo: 9 Perbandingan Franchise Es Krim yang Lebih Menguntungkan untuk Pemula

Bisnis es krim dan minuman dingin masih menjadi salah satu sektor franchise yang paling agresif pertumbuhannya di Indonesia. Dua nama yang hampir selalu muncul dalam perbandingan adalah Mixue dan Momoyo. Keduanya sama-sama viral, sama-sama menyasar pasar anak muda, dan sama-sama terlihat “gampang laku”. Namun pertanyaan paling krusialnya bukan soal ramai atau tidak, melainkan: Mixue vs Momoyo, mana yang lebih menguntungkan secara bisnis?

Artikel ini membahas perbandingan Mixue vs Momoyo secara objektif dan komersial, mulai dari modal awal, potensi omzet, margin keuntungan, risiko operasional, hingga kecocokan untuk pemula. Tujuannya bukan membela salah satu brand, tapi membantu calon mitra mengambil keputusan berdasarkan hitungan, bukan hype.

mixue vs momoyo


Gambaran Singkat Franchise Mixue dan Momoyo

Mixue

Mixue dikenal sebagai brand es krim dan minuman asal Tiongkok yang sukses menembus pasar Indonesia dengan strategi harga super terjangkau. Produk andalannya adalah es krim cone murah dan minuman teh buah. Model bisnis Mixue sangat mengandalkan volume penjualan tinggi.

Momoyo

Momoyo adalah brand lokal yang mengusung konsep soft ice cream & dessert dengan pendekatan visual yang lebih “premium playful”. Menu Momoyo cenderung lebih variatif dari sisi topping dan tampilan, menyasar konsumen anak muda yang suka eksplor rasa.

Keduanya sama-sama bermain di segmen es krim, tapi karakter bisnisnya berbeda.


1. Perbandingan Modal Awal Franchise Mixue vs Momoyo

Modal Franchise Mixue

Secara umum, Mixue dikenal sebagai franchise dengan modal yang relatif terjangkau untuk ukuran brand besar. Estimasi modal awal (bisa berbeda tergantung lokasi):

  • Kisaran: Rp300–400 juta

  • Sudah termasuk:

    • Booth atau toko

    • Peralatan utama

    • Bahan baku awal

    • Sistem operasional

Modal Franchise Momoyo

Momoyo berada di kelas modal yang sedikit lebih fleksibel:

  • Kisaran: Rp250–350 juta

  • Konsep booth lebih ringkas

  • Penyesuaian lokasi lebih variatif

👉 Kesimpulan awal:
Momoyo sedikit lebih ramah dari sisi fleksibilitas modal, sementara Mixue unggul di kekuatan brand global.


2. Segmentasi Pasar: Volume vs Variasi

Mixue: Main Volume

  • Harga sangat murah

  • Cocok untuk:

    • Pelajar

    • Pembeli impulsif

    • Area ramai dengan traffic tinggi

  • Target utama: jualan banyak, margin tipis

Momoyo: Main Experience

  • Harga sedikit lebih tinggi

  • Cocok untuk:

    • Anak muda

    • Nongkrong ringan

    • Konsumen yang peduli tampilan & rasa

  • Target utama: margin lebih sehat per produk

Perbedaan strategi ini sangat berpengaruh pada struktur keuntungan.


3. Estimasi Omzet Harian Mixue vs Momoyo

Simulasi Omzet Mixue (Lokasi Ramai)

  • Harga rata-rata produk: Rp12.000

  • Penjualan: 400 cup/hari

Omzet harian:
400 × Rp12.000 = Rp4.800.000

Omzet bulanan:
± Rp144.000.000


Simulasi Omzet Momoyo (Lokasi Ramai)

  • Harga rata-rata produk: Rp18.000

  • Penjualan: 250 cup/hari

Omzet harian:
250 × Rp18.000 = Rp4.500.000

Omzet bulanan:
± Rp135.000.000

👉 Dari sisi omzet kotor, keduanya relatif seimbang.


4. Margin Keuntungan: Siapa Lebih “Napas Panjang”?

Margin Mixue

  • Margin kotor: ± 45–50%

  • Harga jual ditekan

  • Sensitif terhadap kenaikan biaya bahan

Margin Momoyo

  • Margin kotor: ± 55–60%

  • Harga lebih fleksibel

  • Lebih aman dari fluktuasi kecil biaya

👉 Momoyo unggul di margin, Mixue unggul di volume.


5. Biaya Operasional Bulanan

Mixue

  • Karyawan: 3–4 orang

  • Jam operasional panjang

  • Biaya operasional:

    • ± Rp25–30 juta/bulan

Momoyo

  • Karyawan: 2–3 orang

  • Operasional lebih ringkas

  • Biaya operasional:

    • ± Rp20–25 juta/bulan


6. Estimasi Laba Bersih Mixue vs Momoyo

Laba Bersih Mixue (Simulasi)

  • Omzet: Rp144 juta

  • Laba kotor (50%): Rp72 juta

  • Operasional: Rp28 juta

👉 Laba bersih ± Rp44 juta/bulan


Laba Bersih Momoyo (Simulasi)

  • Omzet: Rp135 juta

  • Laba kotor (58%): Rp78 juta

  • Operasional: Rp23 juta

👉 Laba bersih ± Rp55 juta/bulan

👉 Dalam simulasi ini, Momoyo unggul dari sisi laba bersih.


Klik di sini untuk konsultasi dengan konsultan bisnis kami


7. Risiko Bisnis yang Perlu Dipahami

Risiko Franchise Mixue

  • Ketergantungan traffic tinggi

  • Persaingan antar outlet Mixue cukup ketat

  • Margin tipis = harus konsisten rame

Risiko Franchise Momoyo

  • Brand belum sebesar Mixue

  • Butuh edukasi lokasi tertentu

  • Penjualan lebih sensitif tren

Tidak ada bisnis tanpa risiko. Yang penting adalah kecocokan dengan gaya pengelolaan pemilik.


8. Cocok untuk Pemula? Ini Jawaban Jujurnya

Mixue Cocok untuk:

  • Investor dengan lokasi super strategis

  • Siap main volume

  • Siap bersaing ketat

Momoyo Cocok untuk:

  • Pemula bisnis franchise

  • Ingin margin lebih aman

  • Lokasi ramai tapi tidak ekstrem

Untuk referensi franchise es krim lain, kamu bisa melihat daftar franchise Mixue dan franchise Momoyo di:


9. Mixue vs Momoyo: Mana Lebih Menguntungkan?

Jawabannya tidak mutlak, tapi berdasarkan analisis:

  • Mixue unggul di brand & volume

  • Momoyo unggul di margin & fleksibilitas

  • Pemula cenderung lebih “aman” di Momoyo

  • Investor berpengalaman bisa memaksimalkan Mixue

Jika tujuan kamu adalah keuntungan bersih stabil dengan risiko terkontrol, Momoyo sering kali lebih realistis. Namun jika kamu memiliki lokasi emas dan siap main cepat, Mixue tetap sangat menarik.

Menurut laporan industri makanan dan minuman, bisnis dessert dan minuman dingin masih tumbuh positif di Asia Tenggara, terutama pada segmen harga terjangkau dan middle market.
Sumber: https://www.statista.com

REKOMENDASI FRANCHISE > DISINI


Alternatif Franchise dengan Modal Lebih Terjangkau: Honey Bunny

honey bunny kemitraan

Bagi calon pengusaha yang tertarik masuk ke bisnis dessert dan minuman, kendala terbesar Mixue maupun Momoyo sering kali ada di modal awal. Dengan kebutuhan investasi ratusan juta rupiah, tidak semua orang berada di posisi siap langsung masuk ke skala tersebut. Di sinilah Honey Bunny hadir sebagai alternatif yang lebih rasional.

Dengan kisaran modal mulai 100 jutaan, Honey Bunny menyasar segmen pasar yang sama—anak muda, keluarga, dan konsumen pencinta dessert—namun dengan skema investasi yang lebih ringan dan fleksibel. Konsep usaha dirancang agar bisa beroperasi di berbagai tipe lokasi, mulai dari ruko kecil, booth, hingga area komersial skala menengah.

Dari sisi bisnis, model Honey Bunny lebih cocok untuk:

  • Pemula yang ingin belajar mengelola franchise dari nol

  • Pengusaha yang ingin balik modal lebih cepat tanpa tekanan biaya besar

  • Investor yang ingin membuka lebih dari satu outlet secara bertahap

Dengan biaya operasional yang lebih terkendali, risiko finansial pun relatif lebih rendah dibanding franchise dengan investasi ratusan juta. Hal ini membuat Honey Bunny menarik sebagai opsi masuk industri dessert tanpa harus “all in” sejak awal.

Klik di sini untuk konsultasi dengan konsultan bisnis kami

About Us

Kami adalah Portal Info Franchise, platform terdepan yang menyediakan informasi terpercaya dan peluang bisnis franchise terbaik di Indonesia. Berdiri dengan komitmen untuk membantu calon mitra menemukan dan memilih usaha franchise yang sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka, kami telah menjadi mitra terpercaya bagi banyak pengusaha dalam memulai perjalanan bisnis mereka.

Most Recent Posts

PortalInfoFranchise.id adalah platform terpercaya yang menyediakan informasi lengkap dan terbaru seputar peluang kemitraan franchise di Indonesia, membantu Anda menemukan pilihan bisnis yang tepat untuk masa depan

Contact

admin@portalinfofranchise.id

+62895-394-77777-5

Lebak Bulus, Jakarta Selatan

© 2026 Portalinfofranchise.id